PUISI : WIDA YANG AKHIR

WIDA YANG AKHIR

Wirid Isya’ berlalu,
Langit berteka tangis,
Ada rembas sayu di hujung bumi,
Jauh bernada sepi,
belum mahu terus berhenti.

Esok pasti kan mendung,
Redupnya jiwa yang rindu,
Biar hujan sekalipun,
Rintiknya terus menyimbah rasa,
betapa permata tak bisa berganti.

Sedang kita dilema,
Hanyut dalam ujian,
Hilangnya dia terus menguji,
Pergi lagi seorang ayah,pastinya.
Ulama dan guru pada kita,
Susuk tua yang pasti dirindu.

Tidurlah dengan lena Tok Guru,
Doa kami tak pernah putus,
Legasimu, tak akan pernah habis.
Wadahmu, sudah berjalan.

Kini Wida’ yang akhir, bukan terakhir!

Al-fatihah.

Coret Hormat,
Lutfi Hafifi – Port Dickson.

Leave a Reply